Inilah Ciri-Ciri Kamu Phobia Timbangan

7/29/2015 11:29:00 am






Saat lebaran Idul Fitri, semua orang, khususnya muslim, akan saling bersilaturahim dari rumah ke rumah. Tuan rumah memang tidak wajib untuk menyediakan suguhan berupa pangan dan minum. Tapi sudah menjadi tradisi untuk orang-orang menyediakan makanan-makanan lezat saat tradisi yang terjadi setahun sekali ini. Kami para tamu tidak berkewajiban untuk memakan dan menghabiskan setiap makanan yang tersedia. Tapi kami punya hak untuk itu jika mau.

Gue adalah orang yang selalu bilang "iya" kalo di bilang "ayo dicicipin jajannya" saat bertamu di hari lebaran. Sebagai tamu yang baik budiman, gue berusaha untuk menghargai jerih payah tuan rumah yang sudah menyediakan berbagai cemilan dengan cara memakan cemilannya. Minimal satu jenis yang menurut gue paling enak. Sambil mendengarkan para orang tua mengobrol dan sesekali ikut tersenyum.

Saat mudik, dimana gue pulang ke kampung halaman. Ada satu hal yang gak akan gue lewatkan. Kulineran favorit kampung halaman. Cuma sekali setahun gue pulang kampung. Jadi, selama gue di kampung, hari-hari gue selalu gue isi dengan menyantap makanan favorit yang gak bisa gue makan di Jakarta. Contohnya, di Madiun, gue harus makan nasi pecel asli Madiun yang dibungkus dengan daun jati. Di Bojonegoro, gue harus makan Bakso favorit gue, yang terkenal dengan julukan bakso kancil. Padahal wujud baksonya adalah sebesar mangkok gak mungil kayak kancil.

Jadi lebaran menurut gue adalah event untuk saling memafkan, mengurangi dosa dan menambah lemak. Gue udah gak takut lagi sama yang namanya nambah lemak. Gak takut gendut......karena gue emang udah gendut. Tapi ada satu pertanyaan paling gue takuti saat lebaran ini selain pertanyaan "Udah punya cewek belum?". Yaitu pertanyaan, "Berat kamu berapa?" WTF!!!!! dari 100% jumlah saudara gue, sekitar 80% orang menanyakan pertanyaan itu. Sisanya bertanya "Berat kamu di atas 100 ya?". Saat pertanyaan ini datang, gue cuma akan menjawabnya dengan nyengir dan bilang

"Hahaha. Nggak tau. udah lama gak nimbang"

Gak terima dengan jawaban itu, ada beberapa saudara gue yang bela belain nyari timbangan untuk gue. Dan jawaban gue terhadap tawaran menimbang badan akan selalu konsisten. "NGGAK!! GUE PHOBIA TIMBANGAN" Oh, Man! Gini ya. Menurut gue menanyakan berat badan itu sudah melanggar privasi. Berat badan itu privasi. Lo ngapain sih bela-belain sampai penasaran banget sama berat badan seseorang? Bahkan kalo lo udah dapet jawabannya paling cuma akan bilang "Oh" gitu doang. Berat badan orang lain itu gak penting buat kehidupan lo. Berat badan bukan pengetahuan umum! dan lo gak akan ditanyain "berapa berat badan Abon?" saat ngelamar kerja. Jadi plis, gak usah bertanya lagi. Menurut gue, ada 3 hal yang gak boleh ditanyain ke gue karena privasi: Ukuran Celana, Berat Badan, dan Ukuran Bra.





Dan iya!!! gue ini punya phobia ringan terhadap timbangan badan. Phobia adalah sebuah ketakutan. Dan gue takut sama timbangan. Mungkin kalian ada yang tau bahasa latinnya phobia timbangan apa?

Gue rasa, bukan cuma gue yang phobia terhadap timbangan. SALAH SATU dari kalian pasti ada juga yang kayak gue. Untuk yang belum yakin dirinya phobia timbangan atau nggak, ini gue kasih ciri-cirinya yang gue alamin:

1. MEWASPADAI TIMBANGAN SAAT DITANYA BERAT BADAN
Saat pertanyaan "Berat kamu berapa?" Gue selalu mengerahkan mata gue untuk memandang setiap sudut ruangan. Barjaga-jaga kalau ada timbangan yang teronggok di sudut sempit. Kalau gue menemukan adanya hal yang disebut timbangan badan saat itu juga, mungkin gue akan pura-pura kentut lalu ijin ke toilet.


2. MENIMBANG BADAN DENGAN MEREM LALU MELIHAT HASILNYA DENGAN SATU KEDIPAN





Gue phobia sama timbangan, tapi bukan berarti gue gak pernah nimbang. Cara gue menimbang berat badan adalah naik timbangan dengan mata merem, lalu membuka mata sepersekian detik dan merem lagi, setelah itu turun dari timbangan. Jadi, total waktu yang gue butuhkan untuk menimbang berat adalah 4 detik. Sampai di bawah gue bingung dan berpikir "Tadi berapa ya? 99 bukan ya? ah, bukanlah. gak mungkin. Tadi pasti 65. Masih ideal lah."


3. JARAK WAKTU MENIMBANG BERAT YANG JAUH
Gue masih rutin menimbang berat badan, tapi jaraknya sangat jauh. Kalau misalnya mei 2015 gue nimbang badan, berarti nimbang berikutnya akan terjadi pada Agustus 2016.


4. MENIMBANG BERAT BADAN DENGAN DEG-DEGAN
Dalam 4 detik waktu yang gue butuhkan untuk nimbang badan, gue selalu deg-degan. Biasanya deg-degannya terjadi selama bermenit-menit dan berhenti deg-degan saat timbangan dilenyapkan.


5. SELALU BERUSAHA MEMBUAT TIMBANGAN TIDAK TERLIHAT
Setiap ngeliat timbangan biasanya gue akan berusaha untuk tidak ngeliat. Tapi kalo kondisinya selalu terlihat, gue akan membuatnya tidak terlihat dengan cara nutup pakai kain atau dimasukin kolong lemari.




Itulah yang selama ini gue rasakan terhadap timbangan. Timbangan badan saja tapinya. Timbangan kue ama timbangan telor mah gue gak takut. Jadi udah yakin belum kalo lo itu phobia timbangan?

Oiya, satu lagi gue ingetin... Jangan tanya berapa berat badan seseorang tapi tanyalah apa yang sudah kamu berikan terhadap negara dan orang itu. Wukwuk!


PERHATIAN!!!
BERAT BADAN ADALAH PRIVASI!

You Might Also Like

10 comments

  1. Gua gak phobia timbangan bon. Cuma tiap nimbang gak bs liat, karena rabun jauh hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu bukan rabun jauh deh kayaknya. itu kayaknya karena kakimu kepanjangan. hahaha

      Delete
  2. Aku nggak phobia sih, cuma takut aja hehe =D

    ReplyDelete
  3. Kalo disuruh doker timbang badan, "PRIVASI DOK!"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya!!! dokternya suruh nimbang aja sendiri!!

      Delete
  4. Aku gak takut klo disuruh nimbang, yg aku takut malah klo dsuruh ngukur tinggi badan-__-wkwk. Gak hanya berat badan, tp tinggi badan jg trmasuk privasi!-__-

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang kalo boleh dikasih tau, tinggimu berapa sih? ngahaha

      Delete
  5. Gue waswas sih kalo liat timbangan karena
    YAALLAH MAKAN UDAH SEBAKUL BAKUL MALAH TURUN 2KG??
    Badan maunya apa sih.
    Maaf numpang curhat.
    Tq

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah manusia yang seperti ini nih yang makan banyak gak gendut gendut, pengen banget gue colok idungnya pake wortel :(

      Delete